Pada sebuah unggahan dari pengguna Twitter, ada yang ramai menjadi perbincangan. Di mana ia menceritakan mengenai IMEI dari ponsel yang baru ia beli terblokir.

Ia menuliskan pengalamannya mengenai membeli sebuah ponsel di daerah condet. Temannya meminta dirinya untuk memeriksa IMEI ponsel yang ingin dibelinya, namun ketika diperiksa IMEI-nya sudah terblokir. Yang membuat keadaan semakin ‘aneh’ adalah penjaga toko yang kesal karena tindakan keduanya.

“Jadi keinget 2 tahun lalu pernah nemenin temen beli hp di salah satu storenya di condet. Trus pas ampe sana temen gw suruh cekin IMEI nya hp yg pengen dia beli dan IMEI nya keblokir. Yang lucunya tuh ampe abang jaganya ngomel ‘mau beli hp atau apa sih bang di cekin mulu’,” tulis salah satu pengguna Twitter.

Unggahan ini pun langsung mendapatkan beragam tanggapan dari para pengguna Twitter lain. Mereka juga membagikan cerita mereka tentang masalah yang didapatkan setelah membeli ponsel secara Online. Ada yang mengaku ponsel barunya itu tidak bisa membaca SIM Card, ada pula yang menyatakan ponsel tersebut memiliki masalah pada sinyal provider.

Hal ini pun mendapatkan tanggapan dari Yerry Niko Borang yang merupakan pemerhati keamanan siber. Ia mengatakan kalau yang menjadi salah satu penyebab kenapa HP baru bisa terblokir IMEI-nya adalah karena biasanya itu adalah ponsel yang didapatkan dari Black Market.

“Penyebabnya bisa bermacam-macam. Misalnya, ada ponsel black market yang memang tidak diurus IMEI-nya, biasanya yang masuk dari negara-negara tetangga,” ujar Yerry.

IMEI sendiri merupakan International Mobile Equipment Identity, di mana ini adalah kode unik yang didapatkan oleh perangkat pose dan berlaku secara internasional.

Kode IMEI terdiri dari 14-16 digit. Ada banyak kegunaan dari IMEI ini, seperti mengetahui tipe dari ponsel, dan juga menjaga keamanan ponsel yang sedang kamu gunakan.

Sebelum melakukan transaksi, sangat disarankan untuk memeriksa nomor IMEI-nya. Ini untuk menghindari ponsel yang kamu beli merupakan barang dari Black Market.

Tidak terbacanya kartu SIM atau pun sinyal provider yang memiliki kendala merupakan salah satu tanda kalau IMEI dari ponsel tersebut terblokir atau ponsel tersebut merupakan barang ilegal yang didapatkan dari Black Market.

“IMEI kartu bisa diurus di provider masing-masing, sebaiknya langsung mengontak provider, bisa jadi nomor bersangkutan pernah dipakai dan hangus, tetapi untuk tahu pasti mesti dilaporkan ke provider,” ujar Yerry.

Ini tentunya menjadi hal yang penting, karena ini adalah hak dari para konsumen yang membeli ponsel. Selain itu Yerry juga mengatakan kalau IMEI yang terjadi di Indonesia saat ini masih menjadi hal yang kurang jelas.

Diharapkan pemerintah dapat lebih aktif lagi untuk bisa memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat mengenai hal ini.