Baru – baru ini, baru saja beredar sebuah video yang memperlihatkan dimana seorang pelanggan Shopee menerima kardus kosong yang tidak mempunyai isi apapun.

Padahal, seharusnya kardus tersebut berisi 2 unit ponsel Resmi yang ia beli pada toko resmi Xiaomi pada marketplace itu.

Country Director dari Xiaomi Indonesia bernama Alvin Tse lalu berkata bahwa sekarang ini pihaknya sedang bekerja sama bersama Shopee untuk menginvestigasi kejadian tersebut.

Menurut Alvin, aka nada 2 hal yang mungkin terjadi sehingga menyebabkan konsumen tersebut bisa mendapat kardus kosong.

Kemungkinan pertama adalah adanya oknum di dalam proses pengiriman yang bermain curang. Alvin berkata bahwa oknum – oknum tersebut ini mungkin melakukan pencurian tersebut hanya semata – mata demi mendapatkan keuntungan pribadi.

“Salah satunya dengan cara memanfaatkan atau mencuri di saat proses pengiriman,” ungkap Alvin mengutarakan dugaannya.

Menurut Alvin, Xiaomi yang merupakan pihak penjual memang tak dapat memantau pengiriman lewat mitra logistik karena hal itu ada di bawah kendali marketplace, yaitu Shopee Indonesia.

Oknum ini sendiri kata Alvin tak dapat dipantau secara langsung oleh pihak Xiaomi karena akan dikontrol oleh pihak e – commerce yaitu Shopee.

“Karena itulah, kami meminta Shopee untuk segera melakukan investigasi kepada mitra logistiknya dalam hal ini, JNT.” Ungkap Alvin.

Lalu di kemungkinan yang kedua, di dalam kasus seperti ini, adalah adanya perbuatan curang yang dilakukan dari pihak pembeli.

Oknum di kemungkinan kedua ini menurut Alvin bisa saja membungkus ulang atau repackage pesanannya lalu mencoba untuk mendapatkan pengembalian dana walaupun barang yang dibeli sebetulnya telah diterima oleh pembeli tersebut.

Walau begitu, tetap saja hal ini masih belum bisa dipastikan karena proses investigasi dari phak Shopee saat ini memang sedang berlangsung.

Di tahapan awal nantinya Xiaomi akan meminta Shopee untuk mengembalikan dana ke pembeli, lalu proses investigasi pun akan dilanjutkan ke tahapan selanjutnya sampai menemukan bagaimana kebenarannya.