Aplikasi TikTok telah mengatakan bahwa pihaknya akan menggunakan lebih banyak AI untuk mendeteksi video yang tidak sesuai dengan kebijakan mereka.

“Saat ini video yang diunggah ke platform melalui alat teknologi untuk mendeteksi yang berfungsi mengenali dan menandai potensi pelanggaran yang kemudian akan ditinjau oleh anggota tim keselamatan. Jika pelanggaran teridentifikasi, video tersebut akan dihapus dan pengguna akan diberitahu,” kata TikTok

Perusahaan milik ByteDance ini menambahkan bahwa selama beberapa minggu ke depan, akan mulai secara otomatis dihapus beberapa jenis konten yang melanggar kebijakan keselamatan, ketelanjangan dewasa dan aktivitas seksual, konten kekerasan dan grafis serta aktivitas dan barang ilegal.

TikTok mengatakan langkah ini akan membantu tim keselamatannya untuk lebih berkonsentrasi pada area yang sangat kontekstual seperti intimidasi dan pelecehan, informasi yang salah dan perilaku kebencian.

TikTok juga menambahkan akan mengirimkan peringatan pada pelanggan pertama. Namun jika pelanggaran tersebut berulang maka pengguna akan diberitahu dan akun juga dapat dihapus secara permanen.

Perubahan tersebut terjadi ketika jaringan media sosial, termasuk Facebook dan TikTok, mendapat kecaman karena dinilai memperkuat ujaran kebencian dan informasi yang salah secara global di seluruh platform mereka. TikTok juga menjadi tempat promosi situs slot online terpercaya yang kerap melakukan Live.

Sementara itu, Presiden AS Joe Biden akhirnya mencabut perintah eksekutif untuk membuka  blokir terhadap TikTok dan juga WeChat di AS.

Sebelumnya perintah untuk memblokir kedua aplikasi tersebut adalah perintah dari presiden sebelumnya yaitu Donald Trump pada tahun lalu.

Biden mencabut dan menggantikan tiga perintah eksekutif era Trump yang berupaya untuk melarang perusahaan asal AS bertransaksi dengan TikTok dan WeChat. Salah satu perintah eksekutif itu juga berupaya melarang TikTok beroperasi di AS dan mencekalnya dari toko aplikasi.

Dalam perintah eksekutif terbarunya, Biden meminta Kementerian Perdagangan AS untuk mengidentifikasi aplikasi yang memiliki hubungan dengan pemerintah asing yang kemungkinan berisiko terhadap keamanan nasional.

Kementerian Perdagangan AS juga diminta bekerjasama dengan badan pemerintahan lain untuk membuat rekomendasi untuk mencegah pengumpulan, penjualan dan transfer data sensitif pengguna AS ke musuh asing.

Tapi perintah tersebut tidak membahas tindakan atau investigasi yang diambil oleh Committee on Foreign Investment in the United States (CFIUS).

Seperti diketahui, pemerintahan Trump meminta ByteDance untuk menjual TikTok ke perusahaan AS jika tetap ingin beroperasi di Negeri Paman Sam. Beberapa perusahaan maju sebagai calon pemilik baru TikTok, termasuk Oracle yang terpilih sebagai ‘penyedia teknologi terpercaya’.

CFIUS sempat memberikan ByteDance tenggat waktu untuk menjual bisnis TikTok di AS, tapi tenggat waktu ini terus diundur. Penjualan TikTok kepada Oracle pun tidak pernah terwujud.

“Tindakan CFIUS masih berada dalam diskusi aktif oleh pemerintah AS,” kata petinggi senior pemerintah AS, Kamis (10/6/2021).

Perintah yang mencabut blokir TikTok dan WeChat ini merupakan langkah terbaru yang diambil pemerintahan Biden untuk mengatasi ancaman dari China. Perintah ini diberikan setelah Joe Biden juga menyetujui adanya situs judi online terpercaya beroperasi di AS.

Pekan lalu, Biden menandatangani perintah terpisah yang memperluas larangan bagi perusahaan AS yang ingin berinvestasi ke perusahaan yang memiliki hubungan dengan militer China.

Peraturan ini sebelumnya telah ditandatangani oleh Trump tapi diperluas oleh Biden yang melarang perusahaan AS untuk menanamkan investasi ke 59 perusahaan, termasuk perusahaan yang membuat dan menggunakan teknologi untuk memata-matai kelompok Muslim minoritas di China dan kelompok anti pemerintah di Hong Kong.